KATA PENGANTAR
Alhamdulillahi Rabbil
Alamin, Puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tetang “Penerapan Fisika Dalam Kehidupan” ini sebagai tugas mata
kuliah instrumentasi Fisika Terapan di program studi pendidikan fisika Institut Teknologi dan
Sains Nahdlatul Ulama.
Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak
yang telah membantu dalam berbagai bentuk sehingga saya dapat menyelesaikan
tugas ini dengan maksimal.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari sempurna. Oleh karena itu kami mohon kritik dan saran dari para pembaca
untuk perbaikan kami dalam pembuatan makalah-makalah selanjutnya.
Atas perhatiannya kami mengucapkan
terimakasih yang sebesar-besarnya.
Pasuruan, 09 Maret 2021
Penulis
DAFTAR ISI
COVER
KATA PENGANTAR
……………………………………………………………. i
DAFTAR ISI
….……………………………………………………………...….. ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ……………………………………………….…………. 1-2
B. Rumusan Masalah …………………………………………….……….….. 2
C. Tujuan Masalah ...…………………………………………….…………… 2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengukuran ……..…….…………………………..……….…………….. 3-4
B. Fluida ………………………………..…………………………………... 4-8
C. Optik ……………………..………………………………...…………… 8-11
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ……………………………………………………………… 12
B. Saran …… ………………………………………...................................... 13
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia dan lingkungan merupakan kesatuan
yang tidak bisa terpisahkan. Karena semua aktifitas
manusia dalam kehidupan tidak pernah lepas dari fenomena alam. Baik secara disadari maupun tidak disadari dalam
beraktifitas manusia selalu berhadapan dengan fenomena alam. Sebagian besar manusiaRumusan
Masalah dalam melakukan
aktifitasnya tidak memperhatikan fenomena alam yang
terjadi. Kebanyakan manusia hanya memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan tujuan yang akan dicapai. Dalam fenomena
alam terdapat fenomena
fisis. Namun terkadang
manusia masih kurang memperhatikan fenomena fisis tersebut yang terjadi
dalam aktifitasnya, kecuali
fenomena fisis yang sesuai
dengan tujuan kegiatan atau fenomena fisis itu langka bagi mereka.
Fenomena fisis yaitu kejadian yang di dalamnya terdapat variabel
fisis. Adapun yang dimaksud variabel
fisis yaitu variabel-variabel yang dapat dinyatakan dalam angka-angka (kuantitatif). Seperti yang dikemukakan
oleh (Supriyono, 2003:8) bahwa
hakikat fisika yakni fisika bukan hanya sekedar kumpulan fakta dan prinsip tetapi lebih dari itu fisika juga mengandung cara-cara
bagaimana memperoleh fakta dan prinsip
tersebut beserta fisikawan
dalam melakukannya. Konsep fisika atau ilmu fisika akan bernilaiguna bagi manusia jika ilmu fisika sudah diwujudkan dalam teknologi. Berbagai
teknologi yang ada dapat digunakan untuk
mempermudah pekerjaan
manusia.
Adanya berbagai
peralatan canggih yang berkembang saat ini tentunya
tidak lepas dari ilmu fisika,
karena dalam pembuatannya semua peralatan canggih saat
ini berdasar pada ilmu fisika. Mulai
dari peralatan dapur sampai peralatan industri
menggunakan prinsip kerja yang ada di ilmu fisika. Ketika
konsep fisika sudah diwujudkan dalam bentuk teknologi
peralatan maka ilmu fisika baru berguna bagi manusia.
B. Rumusan Maslah
Adapun rumusan masalah pada makalah ini
yaitu apa saja penerapan ilmu fisika dalam kehidupan sehari-hari?
C.
Tujuan
Adapun tujuan pada makalah ini adalah untuk mengetahui penerapan ilmu fisika dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengukuran
Mengukur adalah kegiatan
membandingkan suatu besaran dengan satuan. Untuk melakukan pengukuran
diperlukan alat ukur. Alat ukur yang digunakan dapat berupa alat ukur baku
maupun tidak baku. Sebagai contoh untuk mengukur besaran panjang digunakan alat
ukur mistar dan menggunakan satuan meter atau bisa juga menggunakan jengkal
atau langkah. Pengukuran dalam fisika bertujuan untuk memperoleh data empiris
untuk mendukung suatu teori yang logis. Teori logis yang sesuai dengan data
empiris inilah yang dimaksud dengan pengetahuan ilmiah. Dalam kehidupan
sehari-hari, kegiatan mengukur sering sekali digunakan diantaranya yaitu :
1. Pengukuran Panjang
Mengukur suatu panjang benda dapat diukur
dengan menggunakan alat-alat ukur panjang diantaranya yaitu : Mistar untuk
mengukur panjang meja atau dengan menggunakan jengkal. Jangka sorong untuk
mengukur ketebalan suatu benda, diameter dalam maupun luar dan kedalaman.
Mikrometer sekrup dapat digunakan untuk mengukur ketebalan suatu benda seperti
kertas yang memiliki ketebalan yang relative kecil. Rol meter dapat digunakan untuk mengukur panjang suatu
bidang tanah, ataupun panjang suatu jalan. Meteran lipat untuk mengukur panjang suatu balok kayu yang
biasa digunakan para tukang bangunan.
2. Pengukuran Massa
Mengukur massa suatu benda dapat diukur dengan
menggunakan neraca atau timbangan. Pada pengukuran massa banyak digunakan oleh
para pedagang untuk menimbang jualannya seperti beras, cabai, bawang, gula, dan
lain sebagainya. Sering juga digunakan untuk mengukur berat badan.
3. Pengukuran Waktu
Mengukur waktu dapat menggunakan stopwatch, jam
dinding, jam tangan, ataupun jam handphone. Dalam kehidupan sehari-hari
mengukur waktu sering digunakan untuk pada saat perlombaan lari, renang,
ataupun pada saat ujian. Kegiatan yang kita lakukan setiap hari
seperti mandi, makan, tidur, sekolah, aktivitas yang dilakukan membutuhkan
waktu. Kegiatan yang dilakukan ada yang membutuhkan waktu lama dan waktu
sebentar. Kita bisa membandingkan berapa lama kegiatan yang kita lakukan dengan
alat ukur waktu yaitu jam, menit dan detik.
4. Pengukuran Suhu
Mengukur suhu dapat menggunakan thermometer. Dalam
kehidupan sehari-hari pengukuram suhu banyak digunakan dalam bidang kesehatan seperti mengukur panas
badan pasien.
5. Pengukuran Kuat
Arus
Mengukur kuat arus listrik dapat menggunakan
emperemeter ataupun multimeter. Dalam kehidupan sehari-hari pengukuram kuat
arus listrik banyak digunakan untuk
mengukur arus yang mengalir pada lampu sehingga lampu dapat menyala dengan terang.
B. Fluida
Fluida merupakan zat yang dapat mengalir seperti zat cair dan gas. Beberapa sifat suatu zat adalah memiliki
massa jenis dan mengalami tekanan hidrostatik. Tekanan hidrostatik mematuhi
hukum pascal dan hukum Archimedes. Pada Fluida dinamik juga mematuhi persamaan
kontinuitas dan hukum Bernoulli. Dalam kehidupan sehari-hari konsep massa
jenis, hukum Pascal dan hukum Archimedes sering
digunakan, diantaranya sebagai berikut :
1.
Pada Kapal Selam
Ketika
kapal selam terapung massa jenis total kapal selam lebih kecil dari air laut
dan sewaktu tenggelam massa jenis total kapal selam lebih besar dari air laut.
Kapal selam memiliki tangki pemberat yang berisi air dan udara. Tangki tersebut
terletak di antara lambung kapal sebelah dalam dan luar. Tangki dapat berfungsi
membesar atau memperkecil massa jenis total kapal selam. Ketika air laut
dipompa masuk ke dalam tangki pemberat, massa jenis kapal selam lebih besar dan
sebaliknya agar massa jenis total kapal selam menjadi kecil, air laut dipompa
keluar.
2.
Pada Balon Gas
Balon
gas berisi gas helium. Gas helium memiliki massa jenis yang lebih kecil dari
udara, sehingga balon gas bisa naik ke atas.
3. Padang Bidang Pembangunan
Bahan
bangunan menggunakan zat atau bahan yang bermassa jenis besar, kuat, dan tidak
mudah patah. Pembangunan jalan tol dan jembatan layang menggunakan konstruksi
beton dengan menggunakan rangka baja, agar kuat dan tidak roboh untuk dipakai
oleh berbagai kendaraan berat.
4.
Ban Karet
Digunakan
untuk berenang ataupun untuk pertolongasn pada kecelakaan angkutan air. udara yang
dipompakan ke dalam ban tersebut akan menurunkan massa jenis ban sehingga ban
selalu terapung pada air.
5.
Pada Bidang kesehatan
untuk
membasmi jentik-jentik nyamuk di genangan air. Minyak dengan jenis tertentu
yang massa jenisnya lebih kecil dari air disemprotkan ke permukaan air. Minyak
tersebut akan membentuk lapisan tipis di atas permukaan air. jentik-jentik
nyamuk akan mati karena tidak bisa bernafas akibat permukaan air tertutup oleh
lapisan tipis tersebut.
6.
Sarana Transportasi
Pengiriman hasil
hutan di pulau kalimantan sebagian besar memanfaatkan sungai. Biasanya hasil
tersebut diangkat mengguankan kapal, rakit sampan yang terbuat dari kayu. massa
jenis kayu lebih kecil daripada air sehingga kayu dapat terapung.
7. Dongkrak Hidraulik
Prinsip
kerja dongkrak hidrolik adalah penerapan dari hukum Pascal yang berbunyi “tekanan
yang diberikan pada zat cair di dalam ruang tertutup diteruskan sama besar ke
segala arah”.
Tekanan yang kita berikan pada
pengisap yang penampangnya kecil diteruskan oleh minyak (zat cair) melalui pipa
menuju ke pengisap yang penampangnya besar. Pada pengisap besar dihasilkan gaya
angkat yang mampu menggangkat beban.
8.
Pompa Hidraulik Ban Sepeda
Prinsip
dari pompa ini juga menerapkan hukum Pascal, pada pompa hidrolik ini kita
memberi gaya yang kecil pada pengisap kecil sehingga pada pengisap besar akan
dihasilkan gaya yang cukup besar, dengan demikian pekerjaan memompa akan
menjadi lebih ringan, bahkan dapat dilakukan oleh seorang anak kecil sekalipun.
9. Hidrometer
Hidrometer
adalah alat yang dipakai untuk mengukur massa jenis zat cair. Nilai massa jenis
zat dapat diketahui dengan membaca skala pada hidrometer yang ditempatkan
mengapung pada zat cair. Hidrometer terbuat dari tabung kaca dan desainnya
memiliki tiga bagian. Pada alat ini diterapkan hukum Archimedes.
Agar tabung
kaca terapung tegak didalam zat cair, bagian bawah tabung dibebani dengan
butiran timbal. Diameter bagian bawah tabung kaca dibuat lebih besar supaya
volume zat cair yang dipindahkan ke hidrometer dapat mengapung di dalam zat
cair. Tangkai tabung kaca didesain supaya perubahan kecil dalam berat benda
yang dipindahkan (sama artinya dengan perubahan kecil dalam massa jenis zat
cair) menghasilkan perubahan besar pada kedalaman tangkai yang tercelup di
dalam zat cair. Ini berarti perbedaan bacaan pada skala untuk berbagai jenis
zat cair menjadi lebih jelas
10. Sayap Pesawat Terbang
Penerapan
lain dari asas Bernoulli adalah pada gaya angkat sayap pesawat terbang. Pesawat
terbang dapat terangkat ke udara karena kelajuan udara yang melalui sayap
pesawat. Jika tidak ada udara maka pesawat terbang tidak akan terangkat. Gaya
angkat terbangkitkan karena ada perbedaan tekanan di permukaan atas dan
permukaan bawah sayap. Bentuk airfoil sayap diciptakan sedemikian rupa agar
tercipta karakteristik aliran yang sesuai dengan keinginan. Singkatnya, gaya
angkat akan ada jika tekanan dibawah permukaan sayap lebih tinggi dari tekanan
diatas permukaan sayap. Perbedaan tekanan ini dapat terjadi karena perbedaan
kecepatan aliran udara diatas dan dibawah permukaan sayap. Sesuai hukum
Bernoulli semakin cepat kecepatan aliran maka tekanannya makin rendah. Besarnya
gaya angkat yang dibangkitkan berbanding lurus dengan Luas permukaan sayap,
kerapatan udara, kuadrat kecepatan, dan koefisien gaya angkat. Jadi, untuk
pesawat udara, engine berfungsi memberikan gaya dorong agar pesawat dapat
bergerak maju. Akibat gerak maju pesawat maka terjadi gerakan relatif udara di
permukaan sayap. Dengan bentuk geometri airfoil tertentu dan sudut serang sayap
(angel of attack) tertentu maka akan menghasilkan suatu karakteristik aliran
udara dipermukaan sayap yang kemudian akan menciptakan beda tekanan dipermukaan
atas dan permukaan bawah sayap yang kemudian membangkitkan gaya angkat yang
dibutuhkan untuk terbang.
Penampang
sayap pesawat terbang mempunyai bagian belakang yang lebih tajam dan sisi
bagian atas yang lebih melengkung daripada sisi bagian bawahnya. Bentuk ini
menyebabkan garis arus seperti gambar di bawah.
Fungsi
bagian "sirip hiu" tersebut untuk mengatur aliran udara di atas
sayap. Coba perhatikan, bila pesawat sedang take off atau mau mendarat, sirip tadi
biasanya diangkat ke atas. Diangkatnya sirip tadi akan memperkecil tekanan
udara di sisi atas pesawat. Sehingga tekanan udara bagian bawah lebih besar dan
pesawat akan terangkat ke atas. Ketika pesawat mau mendarat, sirip juga di
naikkan karena untuk mengangkat bagian depan (moncong) pesawat sehingga yang
menyentuh tanah duluan adalah ban belakang (bukan ban depan).
C. Optik
Konsep fisika optik sangat berperan penting dalam kehidupan dan sangat
sering kita gunakan. Berikut akan dibahas beberapa alat optik yang sering kamu
temui dalam kehidupan sehari-hari.
1. Kamera
Kamera merupakan salah satu alat optik yang
besar manfaatnya. Kamera terdiri atas tiga bagian utama, yaitu lensa,
diafragma, dan film. Meskipun jenis dan teknologinya beraneka macam, tetapi
pada prinsipnya sama, yaitu menggunakan pembiasan dan pemantulan cahaya dengan
cermin atau lensa. Cara kerja kamera adalah sebagai berikut : Benda yang akan
diambil gambarnya diletakkan di depan kamera. Cahaya yang berasal dari
objek tersebut akan diterima oleh lensa cembung dan akan dibiaskan sehingga
membentuk bayangan nyata di film. Kedudukan lensa terhadap film dapat
diubah-ubah. Hal ini dimaksudkan agar bayangan yang terbentuk jatuh tepat di
atas film. Pada film, terdapat zat kimia yang peka terhadap cahaya. Cahaya
gelap dan cahaya terang masing-masing akan meninggalkan jejak yang berbeda pada
kamera. Dari film, gambar tersebut dapat dicuci dan dicetak.
2. Mata
Prinsip kerja antara kamera dan mata kita adalah sama. Mata kita menangkap bayangannya di
retina yang akan diolah oleh otak melalui saraf, sedangkan pada kamera,
bayangan yang ditangkap lensa dibentuk pada film. Telah kamu ketahui bahwa
bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung bersifat nyata dan terbalik. Bayangan
yang dibentuk pada film kamera bersifat nyata, terbalik, dan diperkecil seperti
ditunjukkan pada di bawah ini.
3. Lup (Kaca Pembesar)
Lup adalah alat optik yang menggunakan lensa cembung untuk melihat benda-benda
kecil. Lup biasa digunakan untuk melihat nama-nama jalan di peta yang tercetak
sangat kecil, melihat gambar di perangko, dan melihat komponen-komponen jam
tangan yang kecil. Agar benda terlihat, maka benda diletakkan di antara
titik pusat (O) dan titik fokus (F) sehingga terbentuk bayangan yang bersifat
maya, tegak, dan diperbesar. Saat bayangan terbentuk di titik dekat mata, maka
mata berakomodasi maksimum. Jika ingin mengamati benda dengan lup tanpa
berakomodasi, maka benda diletakkan tepat di titik fokus lensa sehingga yang
masuk ke mata berupa sinar sejajar. Ini dikatakan mengamati dengan mata tidak
berakomodasi. Sketsa pembentukan bayangan oleh lup ditunjukkan pada gambar
berikut.
4. Mikroskop
Para peneliti biasanya menggunakan
mikroskop untuk melihat-benda-benda kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata
telanjang. Mikroskop terdiri atas dua buah lensa cembung yang berfungsi untuk
memperbesar bayangan benda. Lensa ini dinamakan lensa objektif dan lensa
okuler. Lensa objektif adalah lensa yang diletakkan dekat dengan objek yang
akan diamati, sedangkan lensa okuler adalah lensa yang diletakkan dekat mata.
Jarak fokus lensa objektif lebih kecil dari jarak fokus lensa okuler (fob
< fok). Benda yang diamati diletakkan di depan lensa
objektif di antara Fob dan 2Fob. Bayangan yang dibentuk
oleh lensa objektif bersifat nyata, terbalik dan diperbesar. Bayangan yang
dibentuk oleh lensa objektif akan menjadi benda bagi lensa okuler.
Bila diamati dengan mata berakomodasi, maka
benda (bayangan dari lensa objektif) diletakkan di antara titik pusat lensa
okuler (Ook) dan titik fokus okuler (Fok). Sedangkan jika
diamati dengan mata tanpa berakomodasi, maka benda (bayangan dari lensa
objektif) diletakkan di titik fokus lensa okuler (Fok).
Lebih jelasnya perhatikan Gambar (a) dan
Gambar (b) di bawah ini. Bayangan yang dibentuk oleh lensa okuler bersifat
maya, tegak, dan diperbesar. Bayangan akhir yang dibentuk adalah maya, terbalik
dan diperbesar. Bayangan ini dapat dilihat mata pengamat. Bayangan ini telah
mengalami perbesaran beberapa kali lipat sehingga benda yang sangat kecil akan
tampak besar.
5. Teleskop (Teropong)
Teropong merupakan alat optik yang digunakan sebagai alat untuk melihat
benda yang letaknya jauh. Teropong dibedakan menjadi dua yaitu teropong bias
(tersusun atas beberapa lensa) dan teropong pantul (tersusun atas beberapa
cermin dan lensa). Teropong bias antara lain teropong bintang (astronomi),
teropong bumi, dan teropong panggung (teropong Galileo). Teropong ini
terdiri atas dua buah lensa cembung yaitu lensa objektif dan lensa okuler.
Lensa objektif digunakan untuk menangkap cahaya dari benda-benda yang jauh.
Karena jaraknya jauh, benda dapat dianggap diletakkan di luar 2F. Dengan
demikian bayangan yang dibentuknya adalah nyata, terbalik, dan diperkecil.
Bayangan dari lensa objektif ini menjadi benda bagi lensa okuler. Oleh lensa
okuler, bayangan ini dibiaskan lagi sehingga membentuk bayangan yang maya,
tegak, dan diperbesar dan dapat dilihat dengan mata. Dengan demikian
benda-benda langit yang jaraknya jauh akan tampak dekat dan jelas jika dilihat
menggunakan teropong bintang. Bayangan yang dihasilkan teropong bintang adalah
terbalik.
6. Periskop
Periskop adalah alat optik yang digunakan pada kapal selam untuk melihat permukaan laut. Kapal selam perlu melihat keadaan permukaan laut sebelum kapal selam tersebut muncul mengapung di permukaan. Periskop terdiri atas dua buah lensa cembung dan dua buah prisma siku-siku sama kaki.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Ilmu fisika merupakah salah satu ilmu yang sangat erat kaitanyya dengan kehidupan manusia. Ilmu
fisika akan berguna bagi manusia
apabila sudah diwujubkan dalam bentuk hasil teknologi.
Dengan ilmu fisika semua pekerjaan menjadi ringan karena adanya penerapan ilmu fisika yang di implikasikan dalam teknologi yang canggih. Beberapa konsep
fisika dapat tergabung dalam satu
bentuk peralatan sebagi hasil teknologi. Dalam
arti ada peralatan yang hanya
menggunakan satu konsep fisika dan ada
yang lebih dari satu konsep fisika. Ilmu fisika akan mendasari perkembangan peralatan yang digunakan
manusia. Penemuan- penemuan
terbaru dalam bidang fisika akan memperbaiki teknologi
yang sudah ada.
Baik disadari maupun tidak pada hakikatnya setiap manusia membutuhkan ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan teknologi agar dapat menjalani kehidupan
ini secara harmonis.
Dimana perkembangan teknologi
itu tentu merupakan implikasi dari ilmu fisika yang
telah di pelajari oleh para pakar yang ahli di bidangnya. Mempelajari fisika mempunyai banyak manfaat. Mulai awal dipelajarinya ilmu fisika, fisika telah terbukti
mampu membantu memudahkan manusia dalam menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari. Tanpa adanya ilmu fisika semua peralatan
canggih yang dapat meringankan
pekerjaan manusia tidak dapat terwujud. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan belajar
fisika berbagai manfaat yang didapatkan.
B.
Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, penyusun menyarankan agar sebelum melakukan penelitian sebaiknya harus mengetahui hakikat penelitian terlebih dahulu agar lebih memahami arti penelitian yang sebenarnya.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, M. 2016. Fisika Dasar I. Bandung: Institut
Teknologi Bandung.
Giancoli, Douglas
C. 2008. Fisika.
Jakarta: Erlangga.
Hugh D. Young dan Roger A. Freedman.
2002. Fisika Universitas. Jakarta: Erlangga.
Ishaq,
Muhammad, 2007. Fisika Dasar.
Yogyakarta: Graha Ilmu. Prasetyo Zuhdan
K. 2013. Pembelajaran Sains Berbasis Kearifan Lokal. Prosiding Seminar
Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika.
Surakarta: FKIPUNS.
Suparno, Paul, 2007. Metodologi Fisika Konstruktivitas dan Menyenangkan, Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Supriyono, K. H. 2003. Common Textbook (Edisi Revisi) Strategi
Pembelajaran Fisika. Malang:
FMIPA Universitas Malang.
Sutrisno. 1979. Seri Fisika Dasar Gelombang dan Optik. Bandung:
Penerbit ITB.
Tippler, Paul A. 1998.
Fisika. Jakarta: Erlangga.
0 Komentar