Contoh Cerpen singkat dan mudah ~ ZAINUL ARIFIN

Pembuatan Cerpen 

TIMES IS MONEY

          Times is Money terdengar aneh bagi siapa yang mendengar dan membaca tidak terkecuali aku, Times yang berarti dalam bahasa inggris yaitu “Waktu” dan Money yang berarti dalam bahasa inggris yaitu “Uang”. Kenapa Waktu adalah Uang ?, semuanya akan bertanya begitu apalagi aku yang ngomong didepan umum mungkin aku akan disoraki dan dilempari. Apalagi aku bicaranya pakek Bahasa Arab “ Al Waqtu Kaddirham” memang sama artinya “Waktu adalah Uang”. Bagi yang tahu bahasa inggris dan bahasa arab langsung mengerti artinya, bagi kita orang yang tidak mengerti mungkin hanya bilang yes dan na’am, Tapi aku anggap kita akan tahu semua setelah membaca yang atas hingga ke bawah.

            Times is Money, Al waqtu Kaddirham, dan Waktu adalah Uang sebenarnya sama saja cuman berbeda bahasa, susunan, dan pengucapan, dalam rumpun bahasanya masing-masing. Anak zaman now, zaman akhir, dan zaman generasi micin itu sangat memperihatinkan kemana-mana bawa gejet, Handphone, dan I phone, baik tua ataupun muda bahkan ibu-ibu, anehnya ibu-ibu biasanya membawa alat alat dapur seperti : Sutil, Kriuk, Soblukan, Wajan,[1] dll. Kini para ibu tidak mau ketinggalan zaman juga, Mereka semua itu berbeda dengan zaman old(Zaman dulu), kalau zaman sekarang kalau kemana-mana entah itu di rumah, sekolahan, ataupun tempat umum itu semuanya bawa yang namanya gejet, Handphone, dan I phone.

            Inilah letak Times is Money sebagai tolok ukur bagi kita semua yang tidak bisa meluangkan waktu untuk membaca dengan cermat. Selalu saja mau yang instan dan sekali makan agar bisa di beritahukan kepada orang lain bahwa kita keren, karena selalu mempunyai hal baru yang belum mereka tahu parahnya lagi mereka tidak pernah memperihatikan berita tersebut benar atau salah, dan lebih parahnya lagi yang di beri informasi juga percaya saja atas apa yang di bicarakan dan akhirnya muncullah berita Hoax yang lagi viral, di karenakan kurangnya minat baca sampai tuntas, meskipun hanya segelintir orang yang bisa membaca sampai tuntas, itu saja bukan dari golongan yang mau sok keren dan tenar di masyarkat mereka adalah orang yang gila baca dan gila ilmu bukan gila karena di putusin pacarnya itu beda lagi pembahasannya. Memang meluangkan waktu itu sulit apalagi kita semua yang masih baru kuliah atau mungkin yang lama sama-sama  bingung tugas. Yang lama tidak begitu bermasalah, tapi untuk kami yang baru masih terjun di bangku persekuliahan pasti akan merasa sangat ke bingungan dengan menumpuknya tugas. Baik secara berkelompok dan individu pasti sangat berat bagi kami mahasiswa baru, tapi tidak bagi kita semua di mana kita adalah kutu buku. Disini itu orangnya malas membca dan menulis, hanya mau yang instan berbeda dengan orang luar yang selalu membaca dan menulis agar bisa menemukan hal baru baik itu hal yang sangat dasar contohnya “makanan onde-onde yang khas jawa itu di teliti orang luar, Bagaimana bisa wijen yang kecil begini bisa merata pada setiap bagian ?, kalau orang jawa jawabnya simpel gitu aja kok di teliti emang tidak ada kerjaan lain kata Orang yang malas, berbeda dengan orang yang tidak malas, mereka mengira kalau mereka itu mau menunjukkan makanan Indonesia dengan makanan yang khas, Berbeda dengan orang luar ini makanan yang aneh dan harus di teliti sebagai hasil eksperimen mereka entah itu diterima atau tidak itu adalah kebahagiaan tersendiri bagi mereka”. Dari contoh sebelumnya kita mau jadi yang mana antara orang malas, orang tidak malas, dan orang eropa.

Pasuruan, 26 Oktober 2018

#ceritapendek #cerpen #contohcerpen #contohceritapendek




[1]. Dalam Bahasa jawa

Posting Komentar

0 Komentar