TIMES IS MONEY
Times is Money terdengar aneh bagi
siapa yang mendengar dan membaca tidak terkecuali aku, Times yang berarti dalam
bahasa inggris yaitu “Waktu” dan Money yang berarti dalam bahasa inggris yaitu
“Uang”. Kenapa Waktu adalah Uang ?, semuanya akan bertanya begitu apalagi aku
yang ngomong didepan umum mungkin aku akan disoraki dan dilempari. Apalagi aku
bicaranya pakek Bahasa Arab “ Al Waqtu Kaddirham” memang sama artinya “Waktu
adalah Uang”. Bagi yang tahu bahasa inggris dan bahasa arab langsung mengerti
artinya, bagi kita orang yang tidak mengerti mungkin hanya bilang yes dan
na’am, Tapi aku anggap kita akan tahu semua setelah membaca yang atas hingga ke
bawah.
Times is Money, Al
waqtu Kaddirham, dan Waktu adalah Uang sebenarnya sama saja cuman berbeda
bahasa, susunan, dan pengucapan, dalam rumpun bahasanya masing-masing. Anak
zaman now, zaman akhir, dan zaman generasi micin itu sangat memperihatinkan
kemana-mana bawa gejet, Handphone, dan I phone, baik tua ataupun muda bahkan
ibu-ibu, anehnya ibu-ibu biasanya membawa alat alat dapur seperti : Sutil,
Kriuk, Soblukan, Wajan,[1]
dll. Kini para ibu tidak mau ketinggalan zaman juga, Mereka semua itu berbeda
dengan zaman old(Zaman dulu), kalau zaman sekarang kalau kemana-mana entah itu
di rumah, sekolahan, ataupun tempat umum itu semuanya bawa yang namanya gejet,
Handphone, dan I phone.
Inilah letak Times
is Money sebagai tolok ukur bagi kita semua yang tidak bisa meluangkan waktu
untuk membaca dengan cermat. Selalu saja mau yang instan dan sekali makan agar
bisa di beritahukan kepada orang lain bahwa kita keren, karena selalu mempunyai
hal baru yang belum mereka tahu parahnya lagi mereka tidak pernah memperihatikan
berita tersebut benar atau salah, dan lebih parahnya lagi yang di beri
informasi juga percaya saja atas apa yang di bicarakan dan akhirnya muncullah
berita Hoax yang lagi viral, di karenakan kurangnya minat baca sampai tuntas,
meskipun hanya segelintir orang yang bisa membaca sampai tuntas, itu saja bukan
dari golongan yang mau sok keren dan tenar di masyarkat mereka adalah orang
yang gila baca dan gila ilmu bukan gila karena di putusin pacarnya itu beda
lagi pembahasannya. Memang meluangkan waktu itu sulit apalagi kita semua yang
masih baru kuliah atau mungkin yang lama sama-sama bingung tugas. Yang lama tidak begitu
bermasalah, tapi untuk kami yang baru masih terjun di bangku persekuliahan
pasti akan merasa sangat ke bingungan dengan menumpuknya tugas. Baik secara
berkelompok dan individu pasti sangat berat bagi kami mahasiswa baru, tapi
tidak bagi kita semua di mana kita adalah kutu buku. Disini itu orangnya malas
membca dan menulis, hanya mau yang instan berbeda dengan orang luar yang selalu
membaca dan menulis agar bisa menemukan hal baru baik itu hal yang sangat dasar
contohnya “makanan onde-onde yang khas jawa itu di teliti orang luar, Bagaimana
bisa wijen yang kecil begini bisa merata pada setiap bagian ?, kalau orang jawa
jawabnya simpel gitu aja kok di teliti emang tidak ada kerjaan lain kata Orang
yang malas, berbeda dengan orang yang tidak malas, mereka mengira kalau mereka
itu mau menunjukkan makanan Indonesia dengan makanan yang khas, Berbeda dengan
orang luar ini makanan yang aneh dan harus di teliti sebagai hasil eksperimen
mereka entah itu diterima atau tidak itu adalah kebahagiaan tersendiri bagi
mereka”. Dari contoh sebelumnya kita mau jadi yang mana antara orang malas,
orang tidak malas, dan orang eropa.
Pasuruan, 26 Oktober 2018
#ceritapendek #cerpen #contohcerpen #contohceritapendek

0 Komentar